Cerita Perjalanan Umroh Plus Turki dari Lombok Bersama Fitour International

Awalnya saya pikir umroh ya umroh aja—berangkat ke Tanah Suci, ibadah, lalu pulang. Tapi ternyata, waktu adik saya pulang dari umroh beberapa bulan lalu, dia bilang satu hal yang bikin saya langsung membuka mata, “Mas, umroh itu lebih dari ibadah. Bisa jadi petualangan spiritual sekaligus wisata sejarah yang dalam banget.”

Dan itu yang bikin saya akhirnya kepikiran untuk daftar umroh plus Turki dari Lombok. Saya ingat betul, malam itu saya habis nonton video tentang sejarah Islam di Istanbul. Lalu secara nggak sengaja saya lihat postingan Fitour International soal program umroh plus Turki. Klik. Lihat. Baca. Saya langsung mikir: ini dia yang saya cari.

Saya sudah lama tahu Fitour, karena beberapa teman pengajian dan keluarga di Praya juga pernah berangkat bareng mereka. Tapi waktu tahu mereka juga punya program umroh kombinasi wisata Islami ke Turki dan keberangkatannya langsung dari Lombok, saya makin tertarik.

Salah satu yang bikin saya merasa nyaman sejak awal adalah pendekatan personal mereka. Bukan cuma urus-urus tiket dan dokumen, tapi mereka benar-benar pengin tahu kesiapan kita secara mental dan spiritual. Saya masih ingat waktu pertama kali ikut sesi manasik, suasananya cair banget. Diadain di aula masjid dengan suguhan teh hangat dan senyum ramah dari tim Fitour. Yang datang bukan cuma calon jamaah, tapi juga keluarga yang mendampingi.

Yang menarik, mereka kasih penjelasan bukan cuma tentang tata cara umroh, tapi juga itinerary ke Turki—ke Hagia Sophia, Blue Mosque, Topkapi Palace, dan makam sahabat-sahabat Nabi. Bahkan ada cerita soal jejak khalifah Utsmaniyah yang masih bisa kita lihat langsung di Istanbul. Jadi ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi perjalanan penuh makna dan refleksi.

Waktu hari keberangkatan tiba, saya merinding. Dari Bandara Zainuddin Abdul Madjid, kami mulai langkah pertama menuju dua kota suci dan satu negeri penuh sejarah. Rombongan kami beragam banget—ada yang muda, ada yang sudah lansia, tapi semuanya dibantu dengan sabar oleh tim Fitour. Saya berangkat bareng istri dan ibu. Dan saya jujur agak khawatir soal stamina ibu, tapi ternyata kekhawatiran itu nggak terbukti. Tim Fitour sigap banget membantu beliau, bahkan mereka sediain kursi roda buat yang perlu, tanpa harus minta duluan.

Di Madinah, kami sempat shalat di Raudhah, lalu lanjut ke Mekkah untuk menjalankan ibadah umroh. Saya nggak bisa banyak cerita soal bagian ini karena… susah dijelaskan dengan kata-kata. Tapi satu yang pasti, setiap prosesnya terasa ringan karena didampingi dengan penuh perhatian. Mulai dari thawaf, sa’i, sampai tahallul—semuanya berjalan lancar, khusyuk, dan terarah.

Setelah selesai ibadah, kami lanjut ke Turki. Di sini, pengalaman yang benar-benar membuka wawasan dimulai. Saya pikir Istanbul hanya soal bangunan tua dan tempat wisata. Tapi ternyata, napas Islam terasa banget. Kami mengunjungi Hagia Sophia dan menyimak kisah panjang konversinya dari gereja Bizantium menjadi masjid. Ada perasaan bangga yang sulit dijelaskan ketika berdiri di dalam bangunan yang selama berabad-abad menjadi simbol kebesaran Islam dan Eropa Timur.

Di sana juga kami sempat makan kebab pinggir jalan sambil duduk di taman dekat Masjid Sultan Ahmed. Udara dingin, teh hangat, cerita-cerita dari pembimbing Fitour soal sejarah Islam… semuanya terasa seperti kombinasi sempurna. Saya merasa seperti sedang belajar, tapi tanpa tekanan. Hanya menikmati dan menyerap.

Yang saya apresiasi dari Fitour adalah bagaimana mereka menyusun perjalanan ini dengan sangat rapi tapi tetap fleksibel. Kami tetap diberi waktu untuk eksplorasi mandiri, tapi selalu dalam koordinasi yang aman. Bahkan ketika salah satu jamaah ketinggalan di area bazaar Grand Bazaar Istanbul, tim mereka sigap menjemput dan menyatukan lagi tanpa drama. Profesional tapi tetap penuh senyum.

Saya juga suka karena mereka tetap menjaga nuansa ibadah selama di Turki. Walaupun sudah selesai umroh, kami tetap dibimbing untuk shalat berjamaah, dzikir bersama, dan ada kajian ringan di hotel setiap malam. Saya jadi merasa ini bukan liburan biasa—tapi penguatan spiritual yang berkesinambungan.

Oh iya, kalau kamu ingin tahu lebih banyak soal program umroh plus Turki dari Lombok ini, kamu bisa langsung cek di sini:
Fitour Official

Di sana lengkap banget informasinya, mulai dari jadwal keberangkatan, destinasi yang dikunjungi, hingga testimoni para jamaah sebelumnya. Dan percayalah, begitu kamu lihat dokumentasi perjalanan mereka, kamu akan langsung bisa ngerasain atmosfer kebersamaan dan kehangatan yang mereka bangun.

Setelah saya pulang, banyak teman yang nanya, “Bagaimana rasanya ikut program ini?” Jawaban saya satu: menyeluruh. Bukan cuma soal ibadah dan wisata, tapi juga soal bagaimana kita diajak merenungi sejarah Islam sambil menguatkan hati di tempat-tempat paling bersejarah.

Sekarang, saya sedang bantu ayah saya daftar untuk program berikutnya. Karena saya tahu, beliau pasti ingin merasakan pengalaman seperti yang saya alami. Dan saya tahu, saya bisa mempercayakannya lagi ke Fitour—karena mereka bukan sekadar biro, tapi teman perjalanan ibadah dan ilmu.